![]() |
Mesjid Terapung - Jeddah |
Tampilkan postingan dengan label Umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umroh. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Januari 2014
Minggu, 17 November 2013
Umroh #Part 5
Madinah
Memasuki kota Madinah terasa berbeda suasananya dengan Kota Mekah. Selain suhu udara yang lebih dingin, irama tidak secepat di Kota Mekah. Penduduk kota yang ramah, tata kota yang cantik, pusat perbelanjaan yang lengkap, dan yang paling penting disinilah rumah Rasullulah dimana makam beliau dan keluarganya pun berada. Keindahan arsitektur Mesjid Nabawi penjadi puncak dari segala kelebihan yang dimiliki kota Madinah. Saya pun berkesempatan untuk dapat masuk dan berdoa di Raudhah yang merupakan taman yang posisinya berada diantara rumah dan mimbar tempat Rasul berdakwah, yang dianggap sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdo'a. Tak lupa tempat-tempat bersejarah pun saya dan rombongan kunjungi. Ada Mesjid Quba, pemakaman Baqi, Jabal Uhud dan tak lupa berkunjung ke salah satu kebun kurma.
Umroh #Part 4
Detik-detik Meninggalkan Ka'bah
Hadiah Istimewa
Hadiah Istimewa
Tak terasa sudah sampai pada hari terakhir saya berada di kota Mekah. Rasa rindu seperti sudah menggelayut bahkan sebelum kaki ini beranjak meninggalkannya. Masih terbayang ketika malam dengan angin dingin yang kencang saya bersama suami beranjak dari kamar hotel yang hangat menuju Masjidil Haram untuk sholat tahajud dan berthawaf, atau ketika siang hari dihujani panas terik matahari kota Mekah, berjalan bergandengan tangan menuju mesjid untuk sholat dzuhur dan ashar. Pasti...aku akan merindukan semuanya. Ada satu kenangan yang berkesan yang saya alami, ketika itu saya akan melakukan sholat maghrib, karena satu dan lain hal saya dan suami agak terlambat datang ke mesjid, biasanya 1 jam sebelum adzan berkumandang kami sudah berada di mesjid. Hingga akhirnya kami tidak dapat masuk ke dalam mesjid karena sudah penuh, jadilah kami sholat di pelataran depan mesjid. Saya pun duduk bersama deretan jamaah perempuan, menati kumandang adzan yang tidak lama lagi akan terdengar. Tiba-tiba disebelah saya duduklah seorang wanita tua berkebangsaan Iran menurut perkiraan saya. Dia duduk tanpa beralaskan sajadah, di pelataran mesjid pun tidak ada karpet sebagai alas. Saya merasa kasihan melihatnya, lalu saya bagi sajadah saya untuk kami berdua pakai hingga minimal ketika dia bersujud, keningnya beralaskan kain sajadah. Awalnya dia menolak, merasa tidak enak mungkin, karena saya pun tidak mengerti bahasa yang ia gunakan. Lalu dengan bahasa isyarat saya pun mengatakan tidak apa-apa, saya ikhlas. Dia pun akhirnya berterimakasih masih dengan bahasa isyarat. Akhirnya kami pun melakukan sholat maghrib berjamaah. Ketika sholat selesai, banyak jamaah dari dalam mesjid bergerak keluar, saya pun bersiap-siap akan masuk ke dalam mesjid untuk menanti adzan Isya di dalam. Ketika saya akan beranjak pergi tiba-tiba wanita tua itu menyodorkan sebuah Al Qur'an pada saya,dan memberi isyarat 'ini untuk kamu' pada saya. Saya pun kaget dan rasanya sungkan menerimanya, karena saya membantu dia benar-benar ikhlas tanpa mengharap balasan apapun. Tapi wanita tua itu terus memaksa sambil menyimpan Al Qur'an itu di tangan saya. Masih dengan rasa tak percaya saya pun menerimanya dan wanita tua itu pun pergi. Subhanallah...ketika saya ingat hal itu sekarang, mungkin dengan kejadian itu Allah mengingatkan saya untuk rajin membaca Al Qur'an dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi kehidupan saya di dunia Wallahualam...
| Berkesempatan menyentuh ka'bah |
| Menikmati air zam-zam di depan ka'bah pada malam-malah setelah tahajud |
| Suasana Masjidil Haram pada dini hari |
Umroh kedua
Sebelum saya dan rombongan meninggalkan kota Mekah menuju Madinah, pembimbing pun menawarkan bagi yang mau malaksanakan umroh untuk kedua kalinya. Saya pun mengambil kesempatan baik ini, selagi fisik ini mampu, karena saya pun tidak tahu apakah suatu saat dapat kembali lagi atau tidak untuk beribadah di kota suci ini, semua adalah rahasia Allah. Saya dan beberapa jamaah pun berangkat ke Mesjid Ju'ranah untuk melakukan miqot, karena mesjid ini diyakini sebagai salah satu tempat untuk melakukan miqot dan niat berumroh bagi jamaah yang berada di kota Mekah.
| Di depan mesjid Ju'ranah ketika akan melakukan miqot untuk umroh kedua |
Setelah melakukan miqot di Mesjid Ju'ranah saya dan rombongan pun kembali ke Masjidil Haram dalam keadaaan sudah berihram untuk melaksanakan ibadah umroh yang kedua kali. Umroh yang kedua ini berbeda sekali dengan yang pertama, karena dilakukan di siang hari di bawah panas terik sinar matahari. Tapi Alhamdulillah berkat keteguhan hati dan keikhlasan menjalankannya, ibadah pun berjalan lancar sampai diakhiri dengan Tahalul.
| Berdo'a dibukit Shafa dan Marwah ketika Sa'i |
| Sa'i, berjalan menaiki dan menuruni Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali |
Thawaf Wada
Akhirnya...tibalah saat perpisahan dengan Ka'bah, Masjidil Haram dan kota suci Mekah. Thawaf Wada atau thawaf perpisahan pun saya lakukan, tentu saja dengan perasaan sedih yang luar biasa. Tak henti bibir ini bermunajat....Ya Rabb ijinkanlah aku untuk dapat kembali ke rumahMu, undanglah kembali hambaMu ini, jika Kau ijinkanku ingin kembali bersama anak-anakku....begitulah kira-kira do'a perpisahan yang terucap sambil tak terasa air mata pun bergulir perlahan. Kulangkahkan kaki perlahan meninggalkan ka'bah, keluar dari Masjidil Haram, keluar dari kota suci Mekah...menuju rumah Rasulullah di kota Madinah.
| Berfoto sesaat sebelum meninggalkan Majidil Haram |
Sabtu, 16 November 2013
Umroh #Part 3
Hari-hari di Kota Suci Mekah
Pagi hari pertama
Pagi hari pertama
Hari pertama di Mekah, pada pagi hari setelah umroh badan sudah terasa lebih segar setelah sempat beristirahat di kamar hotel dan mandi. Waktu luang setelah sarapan saya manfaatkan bersama suami untuk berjalan-jalan di depan hotel yang menghadap langsung ke Masjidil Haram, melihat suasana sekitar mesjid pada siang hari. Pertama yang kita cari adalah tempat penjualan kartu telephon selular, agar dapat segera menghubungi anak-anak di tanah air. Pertimbangan penggantian kartu lokal ini karena memang jauh lebih hemat mengingat lama perjalanan yang akan saya jalani. Ternyata tidak sulit menemukannya, di sekitar hotel banyak sekali toko-toko berderet yang memudahkan para jamaah membeli keperluan. Dari mulai Apotik,mini market,tempat makanan siap saji, dan banyak lagi. Bahkan hotel tempat kami menginap pun menyatu dengan Mall. Saya menikmati suasana pagi itu dengan perasaan suka cita. Menikmati arsitektur mesjid, hotel dengan burung merpati yang berkeliaran dengan bebas, mencoba merekam semua itu dalam ingatan, agar dapat saya kenang suatu saat nanti.
| Suasana pagi di depan Hotel Hilton Tower dengan latar belakang Masjidil Haram |
| Suasana kamar Hotel Hilton Tower |
Jabal Nur
Hari kedua, saya dan rombongan melakukan tour ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Mekah. Mengingat itu hari Jum'at dan kita semua harus kembali untuk melakukan sholat Jum'at di Masjidil Haram, jadi kita berangkat pagi-pagi sekali. Suhu kota Mekah sendiri pada waktu itu masih agak dingin mengingat baru keluar dari musim dingin,kurang lebih seperti di puncak kondisinya. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Jabal Nur, yaitu bukit dimana terdapat gua Hira. Mengingat waktu, saya dan rombongan tidak berkesempatan naik ke atas untuk melihat Gua Hira dari dekat, jadi kita semua hanya berfoto dengan latar belakang bukit, dan berfoto menaiki unta yang dihias...sepertinya ini salah satu foto wajib bagi yang berkunjung ke Mekah hehehehe
| Berfoto dengan latar belakang Jabal Nur |
| Menaiki unta yang dihias bersama suami |
Jabal Rahmah
Tempat kedua yang kita kunjungi adalah Jabal Rahmah. Letaknya di dekat Padang Arafah tempat jemaah haji melakukan wukuf. Tempat ini dinamai Jabal Rahmah yang artinya kasih sayang, dipercaya sebagai tempat bertemunya Nabi Adam AS dengan Siti Hawa yang terpisah selama sekitar 400 tahun setelah diturunkan oleh Allah SWT ke bumi. Dan ditempat pertemuan yang bersejarah itu dibangun sebuah monument yang terbuat dari beton yang posisinya berada di puncak bukit. Beberapa orang percaya bahwa tempat ini salah satu tempat yang mustajab bagi kita untuk berdoa meminta jodoh bagi yang masih lajang Wallahualam...
| Monument di puncak Jabal Rahmah |
| Pemandangan dari atas puncak Jabal Rahmah |
Umroh #Part 2
Jeddah
Alhamdulillah perjalanan Jakarta-Jeddah yang kurang lebih ditempuh dalam waktu 9 jam berjalan dengan lancar. Saya sampai di Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah sekitar pukul 1 dini hari waktu setempat (perbedaan waktu 4 jam lebih lambat dari Jakarta). Tidak seperti di bandara international pada umumnya, ketika pemeriksaan passport kita harus didampingi mahram kita, karena Pemerintah Arab Saudi tidak memperkenankan seorang wanita masuk atau keluar negara tersebut tanpa mahram. Dalam hal ini saya didampingi Suami. Setelah pemeriksaan passport, seperti biasa kita menunggu bagasi. Kesempatan tersebut saya gunakan untuk memperhatikan sekeliling, melihat situasi bandara yang memang dibuat seefektif mungkin untuk menerima jamaah haji, tidak ada kesan mewah menurut pandangan saya. Setelah bagasi lengkap kita pun menuju bis untuk melakukan perjalanan menuju Mekah. Karena selama di pesawat saya tidak dapat tidur pulas, jadi selama perjalanan Jeddah-Mekah yang ditempuh selama sekitar 2 jam saya pun tertidur pulas dalam bis.
Mekah
Akhirnya....waktu yang dinanti-nanti tiba, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata rasanya pertamakali menginjakkan kaki di tanah suci Mekah. Berdebar-debar bercampur rasa suka cita yang tiada taranya. Rasa penasaran pun tak kalah hebatnya mendera, rasa ingin tahu yang sangat besar, seperti apakah Masjidil Haram, seperti apakah Ka'bah jika dilihat dari dekat. Rasa kantuk pun seketika hilang ketika bis mulai memasuki lobby Hotel Hilton Tower , tempat rombongan kami akan menginap. Sayup-sayup mulai terdengar suara lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an dari Masjidil Haram yang letaknya tidak begitu jauh dari hotel, rasanya bergetar hati ini mendengarnya. Pada sekitar pukul 3 pagi pun suasana di depan mesjid masih ramai Subhanallah.... ini adalah satu-satu nya mesjid yang selama 24 jam tidak pernah tidur, selalu dipenuhi jamaah dari seluruh penjuru dunia untuk beribadah. Semakin tak sabar rasanya hati ini ingin segera memasukinya. Setelah kurang lebih 30 menit beristirahat di kamar hotel saya dan rombongan pun segera memasuki Masjidil Haram untuk melakukan ibadah umrah.
Masjidil Haram & Ka'bah
Kiblatnya dunia. 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tidak pernah berhenti manusia mengelilinginya untuk berthawaf, Subhanallah... tercekat mulut ini begitu pertama kali menatapnya. Bangunan kotak yang diselimuti kain berwarna hitam, kemana wajah ini dihadapkan pada setiap sholat. Langsung teringat surat Al Fiil dimana Allah SWT menjaganya dari serangan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah yang ingin menghancurkannya. Dalam hati kulantunkan do'a, do'a ketika pertama kali melihat ka'bah sambil tak terasa air mata mulai menggenangi pelupuk mata. Perlahan saya dan rombongan pun mulai berjalan mendekat untuk segera berthawaf, memulai ibadah umroh kami. Akhirnya, disinilah saya bersama ribuan umat melakukan ibadah umrah untuk pertama kali, sholat dengan berhadapan langsung dengan ka'bah. Do'a yang sudah saya siapkan semenjak dari tanah air tak bisa keluar walaupun sedikit dari mulut yang bergetar, hanya kepasrahan pada Allah SWT, disini diantara ribuan umat saya merasa bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, hanya...makhluk yang lemah,yang kecil, yang penuh dosa...yaa Allah yaa Rahman yaa Rahim ampunilah dosaku...ampuni kesombonganku...ampuni kekhilafanku begitu terus yang saya ucapkan, rasanya tak pantas memohon begitu banyak permintaan dan harapan ketika teringat begitu banyak dosa yang telah diperbuat. Tak henti-hentinya air mata ini menetes. Setelah selesai thawaf saya pun menuju ke bukit Shafa dan Marwah untuk melakukan Sa'i,yaitu menaiki kemudian menuruninya selama 7 kali, teringat perjuangan Siti Hajar yang mencari setetes air untuk putranya, Nabi Ismail AS yang masih kecil tanpa lelah hingga Allah pun menurunkan mukjizatnya dengan menciptakan mata air di tengah gurun pasir yang kering yang hingga kini tak pernah berhenti mengalir air zam-zam dari dalamnya...Subhanallah. Dan akhirnya ibadah umroh pun diakhiri dengan Tahalul, yaitu memotong sedikit rambut kita. Tak lama kemudian adzan subuh pun berkumandang, inilah pertama kalinya melakukan ibadah sholat wajib di Masjidil Haram dengan posisi Ka'bah tepat dihadapan, segala puji bagi Mu yaa Rabb yang telah mengundang saya, umat Mu yang lemah dan kecil ini ke rumah suci Mu...hanya dengan kehendak dan ijin Nya lah semua ini dapat terjadi.
| Suasana Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah ketika sedang menanti bagasi |
Mekah
Akhirnya....waktu yang dinanti-nanti tiba, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata rasanya pertamakali menginjakkan kaki di tanah suci Mekah. Berdebar-debar bercampur rasa suka cita yang tiada taranya. Rasa penasaran pun tak kalah hebatnya mendera, rasa ingin tahu yang sangat besar, seperti apakah Masjidil Haram, seperti apakah Ka'bah jika dilihat dari dekat. Rasa kantuk pun seketika hilang ketika bis mulai memasuki lobby Hotel Hilton Tower , tempat rombongan kami akan menginap. Sayup-sayup mulai terdengar suara lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an dari Masjidil Haram yang letaknya tidak begitu jauh dari hotel, rasanya bergetar hati ini mendengarnya. Pada sekitar pukul 3 pagi pun suasana di depan mesjid masih ramai Subhanallah.... ini adalah satu-satu nya mesjid yang selama 24 jam tidak pernah tidur, selalu dipenuhi jamaah dari seluruh penjuru dunia untuk beribadah. Semakin tak sabar rasanya hati ini ingin segera memasukinya. Setelah kurang lebih 30 menit beristirahat di kamar hotel saya dan rombongan pun segera memasuki Masjidil Haram untuk melakukan ibadah umrah.
Masjidil Haram & Ka'bah
Kiblatnya dunia. 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tidak pernah berhenti manusia mengelilinginya untuk berthawaf, Subhanallah... tercekat mulut ini begitu pertama kali menatapnya. Bangunan kotak yang diselimuti kain berwarna hitam, kemana wajah ini dihadapkan pada setiap sholat. Langsung teringat surat Al Fiil dimana Allah SWT menjaganya dari serangan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah yang ingin menghancurkannya. Dalam hati kulantunkan do'a, do'a ketika pertama kali melihat ka'bah sambil tak terasa air mata mulai menggenangi pelupuk mata. Perlahan saya dan rombongan pun mulai berjalan mendekat untuk segera berthawaf, memulai ibadah umroh kami. Akhirnya, disinilah saya bersama ribuan umat melakukan ibadah umrah untuk pertama kali, sholat dengan berhadapan langsung dengan ka'bah. Do'a yang sudah saya siapkan semenjak dari tanah air tak bisa keluar walaupun sedikit dari mulut yang bergetar, hanya kepasrahan pada Allah SWT, disini diantara ribuan umat saya merasa bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, hanya...makhluk yang lemah,yang kecil, yang penuh dosa...yaa Allah yaa Rahman yaa Rahim ampunilah dosaku...ampuni kesombonganku...ampuni kekhilafanku begitu terus yang saya ucapkan, rasanya tak pantas memohon begitu banyak permintaan dan harapan ketika teringat begitu banyak dosa yang telah diperbuat. Tak henti-hentinya air mata ini menetes. Setelah selesai thawaf saya pun menuju ke bukit Shafa dan Marwah untuk melakukan Sa'i,yaitu menaiki kemudian menuruninya selama 7 kali, teringat perjuangan Siti Hajar yang mencari setetes air untuk putranya, Nabi Ismail AS yang masih kecil tanpa lelah hingga Allah pun menurunkan mukjizatnya dengan menciptakan mata air di tengah gurun pasir yang kering yang hingga kini tak pernah berhenti mengalir air zam-zam dari dalamnya...Subhanallah. Dan akhirnya ibadah umroh pun diakhiri dengan Tahalul, yaitu memotong sedikit rambut kita. Tak lama kemudian adzan subuh pun berkumandang, inilah pertama kalinya melakukan ibadah sholat wajib di Masjidil Haram dengan posisi Ka'bah tepat dihadapan, segala puji bagi Mu yaa Rabb yang telah mengundang saya, umat Mu yang lemah dan kecil ini ke rumah suci Mu...hanya dengan kehendak dan ijin Nya lah semua ini dapat terjadi.
| Berfoto di depan Ka'bah dengan suami setelah selesai melaksanakan ibadah umrah |
Kamis, 14 November 2013
Umroh #Part 1
Jakarta
Persiapan
Persiapan
Alhamdulillah... dengan seijin Allah saya dan suami dapat menjalankan ibadah umroh pada sekitar pertengahan bulan Maret 2012. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya menginjakkan kaki di kota suci Mekah dan Madinah. Sedangkan bagi suami ini adalah pengalamannya yang kedua mengingat dia pernah menjalankan ibadah Haji sebelum kami menikah. Karena baru pertama kali, selain rasa sukacita yang di rasakan, ada juga kebingungan mengenai apa saja yang harus dipersiapkan selain hati terutama. Tentu saja ada ketakutan tidak memadainya ilmu yang saya ketahui serta kurangnya perlengkapan yang akan di bawa dapat mengganggu kekhusyukan ibadah saya disana nanti. Maka....seperti biasa modal saya browsing dan googling deh mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan ibadah umroh, dan Alhamdulillah banyak ilmu yang saya dapat. Dari mulai proses pencarian travel yang akan di gunakan, sejarah tempat-tempat yang akan dikunjungi, perlengkapan yang akan dibawa, hingga suhu udara disana pada saat tiba nanti. Kebetulan perjalanan saya langsung menuju kota Mekah, dengan melakukan miqot (memulai ihram) di dalam pesawat. Hal ini terdapat perbedaan pendapat, ada juga yang melakukan miqot di bandara Jeddah. Bahkan sebetulnya dalam satu pesawat yang berangkat dari Jakarta (kita memakai maskapai penerbangan nasional) sepertinya hanya rombongan kita yang melakukan miqot di pesawat. Mungkin agak sedikit repot bagi suami, karena harus berganti pakaian ihram di pesawat yang sempit. Tapi karena para lelaki di rombongan kami kompak mereka pun saling membantu satu sama lain hehehehe...
Selama perjalanan hati masih terus dag dig dug... bercampur antara perasaan bahagia, harap-harap cemas, maklum namanya kita berkunjung ke Baitullah tentunya tidak sama dengan perjalanan traveling biasa. Saya berusaha berdzikir, baca Qur'an, baca buku-buku Islami, mencoba membersihkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif demi kesempurnaan ibadah yang akan dijalani. Kebetulan saya juga orang yang tidak bisa tidur pulas di pesawat hehehe agak takut ketinggian, padahal waktu perjalanan dilakukan di malam hari.
Selama perjalanan hati masih terus dag dig dug... bercampur antara perasaan bahagia, harap-harap cemas, maklum namanya kita berkunjung ke Baitullah tentunya tidak sama dengan perjalanan traveling biasa. Saya berusaha berdzikir, baca Qur'an, baca buku-buku Islami, mencoba membersihkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif demi kesempurnaan ibadah yang akan dijalani. Kebetulan saya juga orang yang tidak bisa tidur pulas di pesawat hehehe agak takut ketinggian, padahal waktu perjalanan dilakukan di malam hari.
Bandara Int. Soekarno Hatta, dengan suami
Bandara Int. Soekarno Hatta, bersama Ibunda tercinta
Langganan:
Postingan (Atom)
