Sabtu, 16 November 2013

Umroh #Part 2

Jeddah

Alhamdulillah perjalanan Jakarta-Jeddah yang kurang lebih ditempuh dalam waktu 9 jam berjalan dengan lancar. Saya sampai di Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah sekitar pukul 1 dini hari waktu setempat (perbedaan waktu 4 jam lebih lambat dari Jakarta). Tidak seperti di bandara international pada umumnya, ketika pemeriksaan passport kita harus didampingi mahram kita, karena Pemerintah Arab Saudi tidak memperkenankan seorang wanita masuk atau keluar negara tersebut tanpa mahram. Dalam hal ini saya didampingi Suami. Setelah pemeriksaan passport, seperti biasa kita menunggu bagasi. Kesempatan tersebut saya gunakan untuk memperhatikan sekeliling, melihat situasi bandara yang memang dibuat seefektif mungkin untuk menerima jamaah haji, tidak ada kesan mewah menurut pandangan saya. Setelah bagasi lengkap kita pun menuju bis untuk melakukan perjalanan menuju Mekah. Karena selama di pesawat saya tidak dapat tidur pulas, jadi selama perjalanan Jeddah-Mekah yang ditempuh selama sekitar 2 jam saya pun tertidur pulas dalam bis.

Suasana Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah ketika sedang
menanti bagasi


Mekah

Akhirnya....waktu yang dinanti-nanti tiba, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata rasanya pertamakali menginjakkan kaki di tanah suci Mekah. Berdebar-debar bercampur rasa suka cita yang tiada taranya.  Rasa penasaran pun tak kalah hebatnya mendera, rasa ingin tahu yang sangat besar, seperti apakah Masjidil Haram, seperti apakah Ka'bah jika dilihat dari dekat. Rasa kantuk pun seketika hilang ketika bis mulai memasuki lobby Hotel Hilton Tower , tempat rombongan kami akan menginap. Sayup-sayup mulai terdengar suara lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an dari Masjidil Haram yang letaknya tidak begitu jauh dari hotel, rasanya bergetar hati ini mendengarnya. Pada sekitar pukul 3 pagi pun suasana di depan mesjid masih ramai Subhanallah.... ini adalah satu-satu nya mesjid yang selama 24 jam tidak pernah tidur, selalu dipenuhi jamaah dari seluruh penjuru dunia untuk beribadah. Semakin tak sabar rasanya hati ini ingin segera memasukinya. Setelah kurang lebih 30 menit beristirahat di kamar hotel saya dan rombongan pun segera memasuki Masjidil Haram untuk melakukan ibadah umrah.



Masjidil Haram & Ka'bah

Kiblatnya dunia. 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tidak pernah berhenti manusia mengelilinginya untuk berthawaf, Subhanallah... tercekat mulut ini begitu pertama kali menatapnya. Bangunan kotak yang diselimuti kain berwarna hitam, kemana wajah ini dihadapkan pada setiap sholat. Langsung teringat surat Al Fiil dimana Allah SWT menjaganya dari serangan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah yang ingin menghancurkannya. Dalam hati kulantunkan do'a, do'a ketika pertama kali melihat ka'bah sambil tak terasa air mata mulai menggenangi pelupuk mata. Perlahan saya dan rombongan pun mulai berjalan mendekat untuk segera berthawaf, memulai ibadah umroh kami. Akhirnya, disinilah saya bersama ribuan umat melakukan ibadah umrah untuk pertama kali, sholat dengan berhadapan langsung dengan ka'bah. Do'a yang sudah saya siapkan semenjak dari tanah air tak bisa keluar walaupun sedikit dari mulut yang bergetar, hanya kepasrahan pada Allah SWT, disini diantara ribuan umat saya merasa bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, hanya...makhluk yang lemah,yang kecil, yang penuh dosa...yaa Allah yaa Rahman yaa Rahim ampunilah dosaku...ampuni kesombonganku...ampuni kekhilafanku begitu terus yang saya ucapkan, rasanya tak pantas memohon begitu banyak permintaan dan harapan ketika teringat begitu banyak dosa yang telah diperbuat. Tak henti-hentinya air mata ini menetes. Setelah selesai thawaf saya pun menuju ke bukit Shafa dan Marwah untuk melakukan Sa'i,yaitu menaiki kemudian menuruninya selama 7 kali, teringat perjuangan Siti Hajar yang mencari setetes air untuk putranya, Nabi Ismail AS yang masih kecil tanpa lelah hingga Allah pun menurunkan mukjizatnya dengan menciptakan mata air di tengah gurun pasir yang kering yang hingga kini tak pernah berhenti mengalir air zam-zam dari dalamnya...Subhanallah. Dan akhirnya ibadah umroh pun diakhiri dengan Tahalul, yaitu memotong sedikit rambut kita. Tak lama kemudian adzan subuh pun berkumandang, inilah pertama kalinya melakukan ibadah sholat wajib di Masjidil Haram dengan posisi Ka'bah tepat dihadapan, segala puji bagi Mu yaa Rabb yang telah mengundang saya, umat Mu yang lemah dan kecil ini ke rumah suci Mu...hanya dengan kehendak dan ijin Nya lah semua ini dapat terjadi.

Berfoto di depan Ka'bah dengan suami setelah selesai melaksanakan ibadah umrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar