Jumat, 11 April 2014

Jalan-Jalan Ke Korea #Part 5 Teddy Bear Farm - Mt.Sorak


Perjalanan saya ke Korea kali ini tidak termasuk ke Pulau Jeju karena hanya 4 hari tour. Karena lokasi Pulau Jeju yang lumayan jauh dari Seoul sehingga perlu menggunakan pesawat lagi biasanya memerlukan minimal perjalanan 6-7 hari tour. Salah satu yang dapat dilihat di pulau ini selain keindahan pantai dan alamnya sehingga disebut pulau bulan madu oleh masyarakat Korea yaitu terdapat juga Teddy Bear Museum yang digunakan di banyak setting Drama Korea, salah satunya 'Princess Hours' yang menjadi favorite saya. Tapi saya tidak perlu kecewa, ternyata untuk melihat boneka-boneka Teddy yang imut dengan berbagai macam style tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jeju. Di Mt.Sorak tepatnya di daerah Sokcho tempat kami akan menginap malam itu ada sebuah gallery Boneka Teddy Bear bernama Teddy Bear Farm. Meskipun ini bukan setting asli dari Drama Korea 'Princess Hours' tapi melihat boneka- boneka yang lucu dengan berbagai gaya cukup menghibur saya :D




























Haha...meet my twin! LOL




Bersambung.....

My 'RED' Spring Style at Nami Island





























Foto by My Hubby
Location : Nami Island - South Korea

Unbranded Red Coat
Mini Skirt by H&M
Tartan Pants by Pull & Bear
Bag by Kate Spade
Boots by Staccato


Jalan-Jalan Ke Korea #Part 4 Nami Island

Inilah saat yang ditunggu-tunggu, menjelajah Nami Island sebuah pulau nan cantik dan romantis. Sebagai salah satu fans dari drama seri Korea yang terkenal 'Winter Sonata' tentunya saya tidak sabar ingin menikmati secara langsung keindahan pulau ini. Untuk mencapai pulau kecil ini, terlebih dahulu kita harus menyeberang dengan menggunakan ferry yang memakan waktu kurang lebih 5 menit. Walaupun suhu cukup dingin, saya dan suami memilih berada di bagian luar ferry selama perjalanan agar dapat menikmati keindahan danau yang kami lalui sekaligus berfoto untuk mengabadikannya.

Diatas Ferry menuju Nami Island
Begitu menginjakan kaki di Nami Island suasana romantis langsung terasa. Terdengar alunan piano dari speaker yang terdapat di beberapa sudut taman selama saya dan suami berjalan memasuki ke dalam keindahan pulau tersebut, lengkap dengan deretan pohon tinggi yang berjajar rapi yang menjadi ciri khas dari pulau ini, maka saya pun bagaikan terbawa masuk ke dalam setting drama Korea yang memang sangat romantis itu. Setelah berjalan kurang lebih 300 meter akhirnya kami sampai di tempat yang paling favorite untuk berfoto, yaitu tempat yang disebut 'First Kiss' dari drama Korea Winter Sonata. Sisi ini memang indah untuk menjadi setting foto-foto. Saya dan suami pun langsung memanfaatkan moment itu untuk ikut mengabadikan keindahannya.



First Kiss 'Winter Sonata'










Banyak sekali sudut yang dapat dijadikan setting untuk berfoto di pulau ini. Keindahan danaunya, pohon-pohonnya benar-benar terawat dengan baik dan menampilkan sisi romantisnya. Maka tak heran jika tempat ini sering dipakai sebagai tempat untuk pengambilan foto pre-wedding baik oleh warga Korea bahkan warga asing. Tempat ini punya keunikan tersendiri disetiap musimnya, saat musim gugur, winter, bahkan di awal musim semi disaat dedaunan belum mulai tumbuh pun tempat ini tetap cantik. Walaupun tidak menikmati suasana musim salju di pulau ini sesuai setting filmnya, kesan mendalam sangat saya rasakan. Semoga suatu hari nanti dapat kembali ke pulau ini dalam musim yang berbeda :)

Salah satu kelebihan tempat ini juga dengan disediakannya fasilitas Mushola, hal yang jarang ditemukan di negara ini. Untuk berwudhu pun disediakan air hangat. Demikian juga dengan toiletnya yang cukup bersih dan nyaman. Saya pun sempat menikmati jagung rebus yang lezat sekali. Di udara yang dingin menikmati jagung rebus yang hangat sangatlah nikmat. Bulir-bulir jagungnya berwarna kuning dan hitam rasanya kenyal seperti ketan. Walaupun untuk ukuran orang Indonesia harganya agak lumayan hehehe 3000 Won atau sekitar Rp 33.000,-.


Bersambung.....


Rabu, 09 April 2014

Jalan-Jalan ke Korea #Part3 Korean Barbeque


Menikmati Korean Barbeque


Bis pun membawa saya dan rombongan meninggalkan Incheon Int.Airport menuju ke sebuah pulau yang bernama Nami atau Nami Island. Ternyata selain keindahan pulau ini yang menjadi daya tariknya pulau ini menyimpan sejarah bagi masyarakat Korea sendiri. Nami island diambil dari nama seorang jenderal, yang tinggal dan dimakamkan di pulau tersebut, tapi sekarang pulau ini banyak dikunjungi karena menjadi sebuah setting drama korea yang terkenal berjudul Winter Sonata. Dan saya juga termasuk penggemar berat drama ini. Saya pun sudah tidak sabar ingin melihat langsung keindahan pulau ini.

Perjalanan ditempuh kurang lebih 2 Jam, dan kesempatan ini saya pakai untuk memejamkan mata sejenak. Ketika sampai di tujuan, bertepatan dengan jam makan siang. Untuk mencapai Nami Island kita harus menyebrang menggunakan ferry yang berbentuk seperti ikan paus. Sebelum menyeberang saya, suami serta rombongan makan siang terlebih dahulu di sekitar tempat itu tak jauh dari tempat penyeberangan. Tak sabar rasanya ingin mencicipi masakan Korea.

Kami pun makan di sebuah restaurant yang menyediakan menu Korean Barbeque. Kalo di Indonesia saya ingat seperti di Hanamasa restaurant. Tapi bedanya makanan dibakar dengan menggunakan arang dengan bongkahan yang besar serta menu sudah disediakan di setiap meja dan dalam kondisi sudah matang kita tinggal membolak-balikan saja agar tidak gosong. Menu kali ini berupa potongan ayam atau ikan dan jamur dengan bumbu Barbeque. Sebagai pelengkap disediakan kimchi, irisan bawang putih, irisan lobak, daun selada, dan nasi, serta pelengkap lainnya yang selalu ada di setiap jenis menu masakan Korea tapi saya tidak tahu namanya hehe... Masakan ini rasanya sangat lezat dan cara memakannya pun unik. Pertama potongan daun selada kita siapkan lalu diatasnya kita simpan nasi, potongan ayam/ikan, kimchi, bawang dan apapun yang kita inginkan dengan porsi sekali suap. Agak repot memang hehehe.....tapi unik dan lezat. Satu hal yang saya perhatikan ketika menikmati hidangan korea, selain bentuk sendoknya yang unik berbentuk agak oval, nasi yang disediakan selalu ditempatkan dalam wadah kaleng kecil tertutup, selalu disiapkan sebotol plastik air putih, dan selalu ada sayuran pelengkap yang kadang jenisnya berbeda, kecuali kimchi yang sepertinya wajib ada. Dan sayuran pelengkap ini bisa di refil tanpa terkena biaya tambahan.

Cara menikmati Korean Barbeque


Cara penyajian Korean Barbeque lengkap dengan alat penghisap asap



Berfoto dengan suami sebelum makan


Bersambung....


Senin, 07 April 2014

Jalan-jalan ke Korea #Part 2 Jakarta-Seoul dengan Asiana Air

Flight from Jakarta to Seoul dengan Asiana Airlines


Akhirnyaaaa......
Saat yang dinanti pun tiba, saatnya berangkat liburan ke negeri ginseng!! Menyenangkan sekaligus deg-degan hehehe....saya takut terbang, seperti yang pernah saya ceritakan di posting terdahulu pada saat perjalanan umroh. Apalagi baru-baru ini dengan kejadian hilangnya penerbangan MH 370 semakin deg-degan saja rasanya. Tapi saya terus menenangkan hati, semua takdir dan nasib manusia sudah ada yang mengatur, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, pasrahkan saja semuanya...semakin saya tidak dapat mengendalikan rasa takut maka semakin merugi lah saya karena jika saya mundur karena takut maka kesempatan saya untuk melihat belahan lain dunia ini pun akan hilang. Jadi...Bismillah Laa hawla wa laa quwwata illa billah ...dan saya pun berangkat.

Pukul 23.50 WIB Asiana Airlines dengan nomor penerbangan OZ 762 terbang meninggalkan Bandara Int.Soekarno Hatta Jakarta. Perjalanan selama kurang lebih 6 jam 50 menit Alhamdulillah lancar tidak terjadi banyak guncangan. Saya berusaha tidur tapi tidak bisa padahal waktu sudah sangat larut. Kebetulan tidak ada fasilitas entertainment pada layar di depan kursi, hanya menunjukan posisi GPS pesawat. Suami tertidur lelap, lampu pesawat redup, jadilah saya sendirian mempelajari peta GPS hihihihi.... 

Sekitar pukul 4 pagi saya sempat terlelap, tapi tidak lama kemudian dibangunkan untuk sarapan hahaha serasa makan sahur, ternyata keadaan langit di luar sudah terang... waktu 2 jam lebih cepat daripada di Indonesia. Jadilah sayapun sarapan dengan mata masih mengantuk.


Sarapan pagi di pesawat Asiana Airlines
Kurang lebih pukul 9 pagi waktu Korea (di Indonesia masih jam 7 pagi) pesawat pun tiba di Incheon Int.Airport South Korea. Begitu roda pesawat menginjak tanah lega lah hati ini rasanya seraya tentu saja tak lupa berucap syukur pada Maha Pemberi Keselamatan. Hilang semua rasa kantuk dan pegal karena kaki yang terus ditekuk mengingat di kelas ekonomi tidak ada fasilitas sandaran kaki hihihihi... Saya dan rombongan pun bergegas ke toilet untuk berganti pakaian musim dingin dan merapikan diri. Toilet bandara sangatlah bersih berbeda sekali dengan di bandara negara kita hiks... lengkap dengan dudukan kloset dengan fasilitas penghangat hihihihi...tapi saya tetap cinta Indonesia :D



Sempat difoto oleh suami sebelum meninggalkan Incheon Int. Airport
Dan sayapun sudah siap menghadapi udara dingin awal musim semi di Korea Selatan. Diperkirakan suhu udara di Seoul pada saat itu sekitar 8 derajat celcius. Dan ketika keluar dari airport menuju bis bbrrrr....udara dingin pun menyergap, saya pun bergegas masuk ke dalam bis yang hangat. Dan perjalanan pun dimulai.

Bersambung....


Kamis, 03 April 2014

Jalan-jalan ke Korea #Part 1 Persiapan Perlengkapan Musim Dingin

Assalamualaikum...

Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai perjalanan liburan saya baru-baru ini ke negeri ginseng, Korea Selatan. Perjalanan ini sekaligus menjadi perjalanan bulan madu saya dengan suami karena kita berangkat tidak membawa serta anak-anak :)... 4 hari di negeri ginseng merupakan pengalaman tak terlupakan terutama bagi saya yang pernah menjadi pecinta berat Drama Korea haha... Kita memilih berangkat pada pertengahan bulan Maret dengan tujuan masih ingin menikmati keindahan salju tapi dengan keadaan suhu udara yang tidak terlalu extreme karena sebetulnya di Korea sendiri bulan Maret sudah masuk Spring atau musim semi. Maklum... ini kali pertama saya berkunjung ke negara 4 musim, dan saya pun termasuk orang yang kurang tahan udara yang terlalu dingin. Saya pernah punya pengalaman masuk ke Ice World sebuah wahana yang menciptakan ruang khusus dalam tenda besar dengan suasana musim dingin dan suhu yang mencapai minus juga, pada saat itu saya masuk tanpa persiapan perlengkapan yang memadai hanya mengenakan pakaian dingin seadanya yang memang disediakan untuk kita pakai sehingga pada saat masuk saya langsung menggigil kedinginan dan hidungpun langsung tersumbat sehingga susah bernafas, dan dalam ruangan yang remang-remang serta licin karena es dimana-dimana saya panik berusaha mencari pintu keluar. Lucu tapi sekaligus menjadi pengalaman berharga jika ingat itu :D. Meskipun perkiraan suhu udara sekitar 5-11 derajat celcius tapi saya tetap mempersiapkan dengan baik pakaian dan perlengkapan yang akan saya bawa.

#PERSIAPAN

Perlengkapan Pakaian Musim Dingin
  1. Long John (baju dalam khusus musim dingin)
  2. Baju hangat berbahan luar parasut
  3. Penutup kepala berbahan wool
  4. Syal berbahan wool
  5. Sarung tangan
  6. Masker
  7. Sweater
  8. Baju tidur berlengan dan bercelana panjang dengan bahan agak tebal
  9. Baju dan celana panjang yang nyaman untuk jalan-jalan
  10. Kaus kaki
  11. Sepatu boot
  12. Sepatu yang ringan dan nyaman untuk berjalan

Perlengkapan obat-obatan dan perawatan pribadi
  1. Lip balm (sangat perlu ketika menghadapi perubahan suhu yang lumayan extreme)
  2. Vitamin C untuk menjaga kondisi tubuh
  3. Obat-obatan ringan seperti obat sakit kepala, sakit perut, dll.
  4. Balsam atau cairan penghangat (bagi yang biasa memakai, saya pribadi kurang suka memakainya hehe...)
  5. Toiletries dalam kemasan kecil sehingga aman dibawa di cabin tidak melampaui jumlah cairan yang diperbolehkan, saya sangat memerlukan ini karena perjalanan di tempuh pada malam hari dan tiba di Korea pada pagi keesokan harinya dengan langsung mengikuti tour yang dijadwalkan. Sehingga memungkinkan saya dapat merapikan diri terlebih dahulu begitu tiba di Incheon Int. Airport 
  6. Handcarry bag yang berisi peralatan pribadi yang dirasa perlu dibawa ke cabin, dalam hal ini saya menempatkan pakaian dingin yang akan saya kenakan ketika sampai di Korea, karena tidak mungkin saya pakai sejak dari Jakarta yang suhunya lebih tinggi 
Dalam setiap perjalanan saya ke suatu tempat, saya termasuk jarang membawa bekal makanan. Karena saya memang menyukai hampir semua makanan dan cenderung ingin mencicipi makanan khas dari daerah atau negara yang saya kunjungi. Maka saya akan protes kalau selama bepergian keluar negeri kemudian disuguhi makanan Indonesia hehehe.... bukan tidak mencintai produk dalam negeri justru ini merupakan kesempatan bagi saya untuk menikmati kekayaan kuliner dari setiap tempat yang saya kunjungi. Untuk itulah ketika saya berkunjung ke negara-negara yang penduduknya mayoritas non Muslim saya lebih memilih menggunakan jasa tour guide yang dapat menjamin ke'hala'an makanan yang akan disiapkan selama kita berada di negara tersebut.


Bersambung.....