Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juni 2014

Jalan-Jalan ke Korea #Part 10 Wisata Belanja Korea Selatan

Assalamualaikum...

Dalam tour ke Korea Selatan sepertinya wisata belanja adalah salah satu acara wajib, apalagi bagi pecinta fashion. Gaya K-Pop Korea yang terkenal, dan barang-barang yang berkualitas merupakan surge belanja bagi para fashionista. Karena waktu tour yang terbatas tidak semua tempat belanja yang cukup popular di Korea Selatan dapat saya kunjungi, tapi saya sudah cukup puas dengan mengunjungi 4,tempat wisata belanja popular di negara ini.

1. Dongdaemun

Ini adalah pusat perbelanjaan terbesar di Korea Selatan, yang terletak di Kota Seoul. Terdapat puluhan mall dan ratusan toko dan disini pula tempatnya para designer Korea memamerkan hasil karyanya. Kita dapat menemukan berbagai macam jenis fashion dari mulai pakaian, sepatu, tas, aksesoris hasil rancangan para designer lokal dengan beragam style, termasuk K-Pop style yang sedang mendunia. Harga barang-barang disini relatif agak mahal, tapi dari segi design dan kualitas tidak perlu diragukan lagi. Mall disini rata-rata buka sampai malam dan tidak pernah sepi pengunjung baik lokal maupun mancanegara.


2. Myeongdong

Ini adalah pusat perbelanjaan paling popular di Korea Selatan. Disini dapat ditemui berbagai brand lokal maupun mancanegara seperti H&M, Zara, Forever 21, Uniqlo dan masih banyak lagi. Toko yang menjual kosmetika lokal dengan brand yang terkenal seperti Étude, Holika-Holika, Faceshop, Tony Moly berderet di sepanjang jalan. Harga barang di pusat perbelanjaan ini bervariasi dari yang relatif murah hingga yang mahal. Banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan tetapi tentunya tertata rapi dan barang yang dijual pun berkualitas. Saya banyak menemui pashmina atau shawl buatan Turki yang dijual di pinggir jalan, dan menurut saya untuk ukuran barang yang dijual kaki lima harganya masih lumayan, sekitar 200-300rb rupiah. Street food ala Korea pun banyak ditemui disini, sambil berjalan mengitari pertokoan saya pun mencicipi beberapa jajanan. Ada toppoki, makanan khas Korea yang berasal dari tepung beras dan berasa pedas, saya pun mencoba potato tornado, waffle yang diisi krim kocok, jeruk peras dan tak lupa buah strawberry Korea yang buahnya besar-besar dan rasanya sangat manis. Sampai saya pun kekenyangan karena rasanya ingin mencoba semua jajanan yang rata-rata menggugah selera.
















3. Duty Free Shop

Seperti terlihat dari namanya pertokoan ini memang menjual barang-barang bermerk tanpa dikenai pajak yang hanya diperuntukan bagi turis asing. Berbeda dengan sistem pengembalian tax di Bandara, disini barang-barang yang dijual memang sudah dengan harga bebas pajak tapi tidak dapat diambil langsung ditempat. Kita dapat mengambil barang-barang yang kita beli di Bandara nanti pada saat kita akan meninggalkan negara ini. Pada saat kita melalukan pembayaran passport dan nomor penerbangan kita dicek. Pusat pertokoan ini lumayan besar dengan bangunan bertingkat. Barang-barang yang dijual pun dengan brand international seperti long champ,Furla, Bvlgari, dan masih banyak lagi, dari mulai kosmetik, parfume, tas, jam tangan dll.


4. Cheongha Grocery Market

Ini adalah pusat belanja oleh-oleh yang cukup besar yang letaknya tak jauh dari Bandara Incheon. Berbentuk seperti supermarket terdiri dari 2 lantai. Lantai atas menjual oleh-oleh berupa makanan kering, sedangkan lantai bawah menjual berbagai macam souvenir dan peralatan rumah tangga. Disini mereka menerima pembayaran dengan berbagai jenis mata uang termasuk Rupiah dan mereka pun menyediakan jasa pengepakkan barang belanjaan gratis. Di lantai atas terdapat juga restaurant dan saya beserta rombongan pun sempat menikmati hidangan makan siang disana.










Demikian pengalaman saya jalan-jalan ke Korea Selatan selama 4 hari di awal musim semi tahun 2014. Masih banyak tempat yang saya kunjungi yang tidak saya ceritakan dengan detail seperti pertunjukan Nanta show, Ginseng outlet, dll. Semoga cerita perjalanan ini bermanfaat, terimakasih.



*** TAMAT ***




Gangnam Street in Style



















Unbranded fur sweater
Obi belt : H&M
Jeans : Zara
Bag : Kate Spade N.Y
Boots : Staccato



Jumat, 30 Mei 2014

Jalan-Jalan Ke Korea #Part 9 Kimchi dan Hanbok

Assalamualaikum...


Hari ke-3 di Korea Selatan, pagi hari sebelum tour selanjutnya saya dan suami menyempatkan diri berjalan-jalan di depan hotel tempat kami menginap yang terletak di kawasan Gangnam street. Dengan cuaca pagi yang cukup dingin saya pun sempat berfoto di kawasan sekitar hotel. Tak lama, kami pun bersiap-siap untuk kembali menjelajahi kota Seoul. Hari ini jadwal tour kami yaitu mengunjungi salah satu tempat penjualan kosmetik, belajar membuat kimchi, mencoba berpakaian traditional Korea 'Hanbok' dan diakhiri dengan mengunjungi pusat perbelanjaan terkenal di Korea Selatan. Pertama kami diajak mengunjungi sebuah toko kosmetik dan produk kecantikan. Saya bersemangat sekali disini karena memang Korea terkenal dengan produk-produk kecantikan mereka yang berkualitas. Setelah memilih barang-barang untuk keperluan saya sendiri, tak lupa saya pun berburu produk untuk oleh-oleh. Setelah puas berbelanja, saya dan rombongan pun diantar ke tempat pembuatan kimchi yang masih satu tempat dengan tempat kita bisa berfoto dengan pakaian traditional Korea. Kimchi merupakan makanan khas Korea yang terbuat dari sawi putih yang dibumbui dan difermentasi sehingga tahan hingga berbulan-bulan lamanya dan mengandung bakteri lactobacillus yang sangat baik untuk pencernaan. Ketika musim panas masyarakat Korea sibuk menanam sawi putih yang mereka fermentasikan sehingga pada saat musim dingin tiba mereka masih mempunyai persediaan makanan. Kimchi merupakan makanan wajib masyarakat Korea yang mereka konsumsi bersamaan dengan makan pagi, siang hingga malam. Maka tak heran jika penduduk Korea sehat-sehat dan relatif berumur panjang karena mereka suka sekali mengkonsumsi sayuran dan sangat jarang memasak makanan dengan cara menggorengnya. Salah satu kebiasaan positif yang patut ditiru. 

Bersambung...


Belajar membuat kimchi



Mengenakan pakaian traditional Korea 'Hanbok'






Jalan-Jalan Ke Korea #Part 8 N Seoul Tower

Assalamualaikum...


Tempat kedua yang saya kunjungi setibanya di Kota Seoul setelah Gyeongbokgung Palace, adalah Namsan Seoul Tower, atau lebih dikenal dengan N Seoul Tower yang terletak di Gunung Namsan. Menara ini sebetulnya berfungsi sebagai menara observasi dan komunikasi, tapi karena dari tempat ini kita dapat melihat keindahan Kota Seoul dari ketinggian maka tempat ini pun tidak pernah sepi pengunjung baik wisatawan asing maupun lokal, sehingga akhirnya menjadi salah satu tempat wisata favorite di Korea Selatan. Di tempat ini terdapat Trick Art Museum, Lock Love dimana orang-orang menganggap jika memasang gembok ditempat itu dengan mencantumkan nama kita dengan pasangan dan melempar kuncinya dari atas menara maka cintanya akan terkunci selamanya, dan juga banyak ditemui toko-toko souvenir dan restaurant. Dan yang paling penting bagi penggemar drama Korea, ini merupakan tempat syuting Drama Korea 'Boys Before Flowers', 'Princess Hour', dan banyak drama Korea terkenal lainnya. Dan tidak lupa, saya pun sempat menikmati masakan khas Korea 'Bulgogi' untuk makan siang, berupa daging sapi dengan bumbu manis ditaburi wijen, dimakan langsung dari wajan pemanas rasanya lezat sekali.

Bersambung....



Love Lock




Trick Art Museum






































Bulgogi





Jalan-Jalan Ke Korea #Part 7 Gyeongbokgung Palace

Assalamualaikum...

Melanjutkan tulisan sebelumnya, setelah dari Mt.Sorak kita meneruskan perjalanan ke Kota Seoul, yang memakan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dengan menggunakan bis. Sepanjang perjalanan banyak hal menarik yang dapat di lihat, salah satunya adalah bagaimana penduduk Korea memupuk laut dengan tanah. Tour guide yang mendampingi saya dan rombongan menceritakan bagaimana masyarakat Korea berjuang untuk dapat hidup di wilayah yang kecil dan memiliki siklus musim dingin yang cukup lama. Dengan iklim yang cukup ekstrem Masyarakat Korea merupakan pekerja keras, karena jika mereka tidak bekerja keras mereka tidak akan bisa hidup. Maka tidak heran angka bunuh diri di negara ini pun cukup lumayan tinggi tapi disisi lain negara ini pun berkembang dengan sangat pesat. Saya jadi berfikir, Indonesia adalah negara yang sangat kaya raya jika di lihat dari hasil buminya, tapi angka pengangguran masih cukup tinggi, apa mungkin karena kesuburan tanah dan iklim yang nyaman sepanjang tahun membuat penduduknya jadi cenderung pemalas. Saya juga terkagum-kagum mendengarkan tour guide menjelaskan bagaimana sistem pembuangan sampah di negara kecil ini. Dimana sampah non organik tidak bisa dibuang setiap hari, pemerintah mereka hanya mengijinkan pembuangan sampah non organik ini seminggu sekali. Demikian pula dengan sampah organik, dibuang setiap hari tetapi dibatasi jumlahnya per kilogram, hal ini memperkecil kemungkinan kita membuang makanan dengan percuma, makan, masak seperlunya, yang masih bisa dihangatkan untuk keesokan harinya disimpan dalam lemari es, dan hal ini berlaku untuk semua lapisan masyarakat. Hal positif yang perlu ditiru, sehingga negara ini tidak bermasalah dengan sampah. 

Tak terasa akhirnya saya pun tiba di Kota Seoul. Tempat pertama yang akan dikunjungi di kota ini adalah Gyeongbokgung Palace, merupakan istana kerajaan dari dinasti Joseon. Sebelumnya kita melewati The Blue House, yang merupakan istana Presiden Korea Selatan yang terletak satu kompleks dengan Gyeongbokgung Palace. Saya masuk ke lingkungan istana kerajaan ini dari arah pintu utara yang letaknya di depan The Blue House, karena seperti diketahui istana kerajaan ini memiliki empat pintu masuk sesuai arah mata angin. Setelah puas mengabadikan keindahan bangunan istana, saya pun keluar melalui pintu selatan dimana terdapat penjaga yang mengenakan kostum prajurit Korea jaman dahulu. Melihatnya saya jadi teringat drama Korea 'Jewel in the Palace' yang settingnya kerajaan Korea jaman dulu. Walaupun bangunan istana terlihat kuno sebetulnya istana ini baru dibangun kembali tahun 1990 oleh Pemerintah Korea setelah hancur karena invasi Jepang pada tahun 1592.

Bersambung....







 
Bersama sang prajurit penjaga gerbang







Bangunan utama istana







Berfoto di depan pintu gerbang selatan Gyeongbokgung Palace




Jalan-Jalan Ke Korea #Part 6 Mt.Sorak

Assalamualaikum...

Akhirnya bisa lihat saljuuuuu......!!!!

Haha sepertinya itu kata pertama yang terlontar ketika hari ke 2 di Korea Selatan akhirnya bisa melihat, menyentuh, dan merasakan dinginnya salju. Tepatnya pada saat saya mengunjungi Mt.Sorak, sebuah kawasan pegunungan di Korea Selatan tempat dimana salju pertama kali turun di awal musim dingin dan tempat paling akhir salju mencair sesaat sebelum musim semi tiba. Saat itu pertengahan bulan Maret, masyarakat Korea sedang bersiap-siap memasuki musim semi, tapi salju masih dapat ditemui di kawasan pegunungan ini walaupun suhu sudah diatas 1 derajat tapi masih di bawah 10. Bagi saya suhu tersebut masih terlalu dingin, ketika turun dari bis langsung merapatkan jaket dan syal, serta memasang masker dan sarung tangan, apalagi ketika saya tiba masih pagi sekitar pukul 8 matahari masih belum terlalu tinggi untuk menghangatkan suhu udara. Tapi semua rasa dingin seolah terobati ketika melihat hamparan putih salju yang masih menutupi sebagian besar kawasan pegunungan. Untuk mencapai kaki gunung saya pun menaiki sejenis cable car atau kereta gantung yang bisa memuat kurang lebih 20 orang, tapi sayang kita tidak bisa naik terlalu tinggi karena masih sangat licin karena sisa perjalanan menuju puncak gunung harus ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi pemandangan di kaki gunung pun sudah sangat indah. Tidak lupa juga di kawasan pegunungan ini kita dapat melihat patung Beruang hitam dan patung Budha yang sangat besar. Di kawasan ini juga terdapat taman nasional, tapi saya tidak sempat mengunjunginya karena waktu yang terbatas dan harus segera berangkat menuju kota Seoul.

Bersambung...

 









Berfoto dengan latar belakang Mt.Sorak













Menikmati hamparan putihnya salju di Mt.Sorak











Di dalam cable car













Jumat, 11 April 2014

Jalan-Jalan Ke Korea #Part 5 Teddy Bear Farm - Mt.Sorak


Perjalanan saya ke Korea kali ini tidak termasuk ke Pulau Jeju karena hanya 4 hari tour. Karena lokasi Pulau Jeju yang lumayan jauh dari Seoul sehingga perlu menggunakan pesawat lagi biasanya memerlukan minimal perjalanan 6-7 hari tour. Salah satu yang dapat dilihat di pulau ini selain keindahan pantai dan alamnya sehingga disebut pulau bulan madu oleh masyarakat Korea yaitu terdapat juga Teddy Bear Museum yang digunakan di banyak setting Drama Korea, salah satunya 'Princess Hours' yang menjadi favorite saya. Tapi saya tidak perlu kecewa, ternyata untuk melihat boneka-boneka Teddy yang imut dengan berbagai macam style tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jeju. Di Mt.Sorak tepatnya di daerah Sokcho tempat kami akan menginap malam itu ada sebuah gallery Boneka Teddy Bear bernama Teddy Bear Farm. Meskipun ini bukan setting asli dari Drama Korea 'Princess Hours' tapi melihat boneka- boneka yang lucu dengan berbagai gaya cukup menghibur saya :D




























Haha...meet my twin! LOL




Bersambung.....

My 'RED' Spring Style at Nami Island





























Foto by My Hubby
Location : Nami Island - South Korea

Unbranded Red Coat
Mini Skirt by H&M
Tartan Pants by Pull & Bear
Bag by Kate Spade
Boots by Staccato


Jalan-Jalan Ke Korea #Part 4 Nami Island

Inilah saat yang ditunggu-tunggu, menjelajah Nami Island sebuah pulau nan cantik dan romantis. Sebagai salah satu fans dari drama seri Korea yang terkenal 'Winter Sonata' tentunya saya tidak sabar ingin menikmati secara langsung keindahan pulau ini. Untuk mencapai pulau kecil ini, terlebih dahulu kita harus menyeberang dengan menggunakan ferry yang memakan waktu kurang lebih 5 menit. Walaupun suhu cukup dingin, saya dan suami memilih berada di bagian luar ferry selama perjalanan agar dapat menikmati keindahan danau yang kami lalui sekaligus berfoto untuk mengabadikannya.

Diatas Ferry menuju Nami Island
Begitu menginjakan kaki di Nami Island suasana romantis langsung terasa. Terdengar alunan piano dari speaker yang terdapat di beberapa sudut taman selama saya dan suami berjalan memasuki ke dalam keindahan pulau tersebut, lengkap dengan deretan pohon tinggi yang berjajar rapi yang menjadi ciri khas dari pulau ini, maka saya pun bagaikan terbawa masuk ke dalam setting drama Korea yang memang sangat romantis itu. Setelah berjalan kurang lebih 300 meter akhirnya kami sampai di tempat yang paling favorite untuk berfoto, yaitu tempat yang disebut 'First Kiss' dari drama Korea Winter Sonata. Sisi ini memang indah untuk menjadi setting foto-foto. Saya dan suami pun langsung memanfaatkan moment itu untuk ikut mengabadikan keindahannya.



First Kiss 'Winter Sonata'










Banyak sekali sudut yang dapat dijadikan setting untuk berfoto di pulau ini. Keindahan danaunya, pohon-pohonnya benar-benar terawat dengan baik dan menampilkan sisi romantisnya. Maka tak heran jika tempat ini sering dipakai sebagai tempat untuk pengambilan foto pre-wedding baik oleh warga Korea bahkan warga asing. Tempat ini punya keunikan tersendiri disetiap musimnya, saat musim gugur, winter, bahkan di awal musim semi disaat dedaunan belum mulai tumbuh pun tempat ini tetap cantik. Walaupun tidak menikmati suasana musim salju di pulau ini sesuai setting filmnya, kesan mendalam sangat saya rasakan. Semoga suatu hari nanti dapat kembali ke pulau ini dalam musim yang berbeda :)

Salah satu kelebihan tempat ini juga dengan disediakannya fasilitas Mushola, hal yang jarang ditemukan di negara ini. Untuk berwudhu pun disediakan air hangat. Demikian juga dengan toiletnya yang cukup bersih dan nyaman. Saya pun sempat menikmati jagung rebus yang lezat sekali. Di udara yang dingin menikmati jagung rebus yang hangat sangatlah nikmat. Bulir-bulir jagungnya berwarna kuning dan hitam rasanya kenyal seperti ketan. Walaupun untuk ukuran orang Indonesia harganya agak lumayan hehehe 3000 Won atau sekitar Rp 33.000,-.


Bersambung.....


Rabu, 09 April 2014

Jalan-Jalan ke Korea #Part3 Korean Barbeque


Menikmati Korean Barbeque


Bis pun membawa saya dan rombongan meninggalkan Incheon Int.Airport menuju ke sebuah pulau yang bernama Nami atau Nami Island. Ternyata selain keindahan pulau ini yang menjadi daya tariknya pulau ini menyimpan sejarah bagi masyarakat Korea sendiri. Nami island diambil dari nama seorang jenderal, yang tinggal dan dimakamkan di pulau tersebut, tapi sekarang pulau ini banyak dikunjungi karena menjadi sebuah setting drama korea yang terkenal berjudul Winter Sonata. Dan saya juga termasuk penggemar berat drama ini. Saya pun sudah tidak sabar ingin melihat langsung keindahan pulau ini.

Perjalanan ditempuh kurang lebih 2 Jam, dan kesempatan ini saya pakai untuk memejamkan mata sejenak. Ketika sampai di tujuan, bertepatan dengan jam makan siang. Untuk mencapai Nami Island kita harus menyebrang menggunakan ferry yang berbentuk seperti ikan paus. Sebelum menyeberang saya, suami serta rombongan makan siang terlebih dahulu di sekitar tempat itu tak jauh dari tempat penyeberangan. Tak sabar rasanya ingin mencicipi masakan Korea.

Kami pun makan di sebuah restaurant yang menyediakan menu Korean Barbeque. Kalo di Indonesia saya ingat seperti di Hanamasa restaurant. Tapi bedanya makanan dibakar dengan menggunakan arang dengan bongkahan yang besar serta menu sudah disediakan di setiap meja dan dalam kondisi sudah matang kita tinggal membolak-balikan saja agar tidak gosong. Menu kali ini berupa potongan ayam atau ikan dan jamur dengan bumbu Barbeque. Sebagai pelengkap disediakan kimchi, irisan bawang putih, irisan lobak, daun selada, dan nasi, serta pelengkap lainnya yang selalu ada di setiap jenis menu masakan Korea tapi saya tidak tahu namanya hehe... Masakan ini rasanya sangat lezat dan cara memakannya pun unik. Pertama potongan daun selada kita siapkan lalu diatasnya kita simpan nasi, potongan ayam/ikan, kimchi, bawang dan apapun yang kita inginkan dengan porsi sekali suap. Agak repot memang hehehe.....tapi unik dan lezat. Satu hal yang saya perhatikan ketika menikmati hidangan korea, selain bentuk sendoknya yang unik berbentuk agak oval, nasi yang disediakan selalu ditempatkan dalam wadah kaleng kecil tertutup, selalu disiapkan sebotol plastik air putih, dan selalu ada sayuran pelengkap yang kadang jenisnya berbeda, kecuali kimchi yang sepertinya wajib ada. Dan sayuran pelengkap ini bisa di refil tanpa terkena biaya tambahan.

Cara menikmati Korean Barbeque


Cara penyajian Korean Barbeque lengkap dengan alat penghisap asap



Berfoto dengan suami sebelum makan


Bersambung....


Senin, 07 April 2014

Jalan-jalan ke Korea #Part 2 Jakarta-Seoul dengan Asiana Air

Flight from Jakarta to Seoul dengan Asiana Airlines


Akhirnyaaaa......
Saat yang dinanti pun tiba, saatnya berangkat liburan ke negeri ginseng!! Menyenangkan sekaligus deg-degan hehehe....saya takut terbang, seperti yang pernah saya ceritakan di posting terdahulu pada saat perjalanan umroh. Apalagi baru-baru ini dengan kejadian hilangnya penerbangan MH 370 semakin deg-degan saja rasanya. Tapi saya terus menenangkan hati, semua takdir dan nasib manusia sudah ada yang mengatur, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, pasrahkan saja semuanya...semakin saya tidak dapat mengendalikan rasa takut maka semakin merugi lah saya karena jika saya mundur karena takut maka kesempatan saya untuk melihat belahan lain dunia ini pun akan hilang. Jadi...Bismillah Laa hawla wa laa quwwata illa billah ...dan saya pun berangkat.

Pukul 23.50 WIB Asiana Airlines dengan nomor penerbangan OZ 762 terbang meninggalkan Bandara Int.Soekarno Hatta Jakarta. Perjalanan selama kurang lebih 6 jam 50 menit Alhamdulillah lancar tidak terjadi banyak guncangan. Saya berusaha tidur tapi tidak bisa padahal waktu sudah sangat larut. Kebetulan tidak ada fasilitas entertainment pada layar di depan kursi, hanya menunjukan posisi GPS pesawat. Suami tertidur lelap, lampu pesawat redup, jadilah saya sendirian mempelajari peta GPS hihihihi.... 

Sekitar pukul 4 pagi saya sempat terlelap, tapi tidak lama kemudian dibangunkan untuk sarapan hahaha serasa makan sahur, ternyata keadaan langit di luar sudah terang... waktu 2 jam lebih cepat daripada di Indonesia. Jadilah sayapun sarapan dengan mata masih mengantuk.


Sarapan pagi di pesawat Asiana Airlines
Kurang lebih pukul 9 pagi waktu Korea (di Indonesia masih jam 7 pagi) pesawat pun tiba di Incheon Int.Airport South Korea. Begitu roda pesawat menginjak tanah lega lah hati ini rasanya seraya tentu saja tak lupa berucap syukur pada Maha Pemberi Keselamatan. Hilang semua rasa kantuk dan pegal karena kaki yang terus ditekuk mengingat di kelas ekonomi tidak ada fasilitas sandaran kaki hihihihi... Saya dan rombongan pun bergegas ke toilet untuk berganti pakaian musim dingin dan merapikan diri. Toilet bandara sangatlah bersih berbeda sekali dengan di bandara negara kita hiks... lengkap dengan dudukan kloset dengan fasilitas penghangat hihihihi...tapi saya tetap cinta Indonesia :D



Sempat difoto oleh suami sebelum meninggalkan Incheon Int. Airport
Dan sayapun sudah siap menghadapi udara dingin awal musim semi di Korea Selatan. Diperkirakan suhu udara di Seoul pada saat itu sekitar 8 derajat celcius. Dan ketika keluar dari airport menuju bis bbrrrr....udara dingin pun menyergap, saya pun bergegas masuk ke dalam bis yang hangat. Dan perjalanan pun dimulai.

Bersambung....


Kamis, 03 April 2014

Jalan-jalan ke Korea #Part 1 Persiapan Perlengkapan Musim Dingin

Assalamualaikum...

Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai perjalanan liburan saya baru-baru ini ke negeri ginseng, Korea Selatan. Perjalanan ini sekaligus menjadi perjalanan bulan madu saya dengan suami karena kita berangkat tidak membawa serta anak-anak :)... 4 hari di negeri ginseng merupakan pengalaman tak terlupakan terutama bagi saya yang pernah menjadi pecinta berat Drama Korea haha... Kita memilih berangkat pada pertengahan bulan Maret dengan tujuan masih ingin menikmati keindahan salju tapi dengan keadaan suhu udara yang tidak terlalu extreme karena sebetulnya di Korea sendiri bulan Maret sudah masuk Spring atau musim semi. Maklum... ini kali pertama saya berkunjung ke negara 4 musim, dan saya pun termasuk orang yang kurang tahan udara yang terlalu dingin. Saya pernah punya pengalaman masuk ke Ice World sebuah wahana yang menciptakan ruang khusus dalam tenda besar dengan suasana musim dingin dan suhu yang mencapai minus juga, pada saat itu saya masuk tanpa persiapan perlengkapan yang memadai hanya mengenakan pakaian dingin seadanya yang memang disediakan untuk kita pakai sehingga pada saat masuk saya langsung menggigil kedinginan dan hidungpun langsung tersumbat sehingga susah bernafas, dan dalam ruangan yang remang-remang serta licin karena es dimana-dimana saya panik berusaha mencari pintu keluar. Lucu tapi sekaligus menjadi pengalaman berharga jika ingat itu :D. Meskipun perkiraan suhu udara sekitar 5-11 derajat celcius tapi saya tetap mempersiapkan dengan baik pakaian dan perlengkapan yang akan saya bawa.

#PERSIAPAN

Perlengkapan Pakaian Musim Dingin
  1. Long John (baju dalam khusus musim dingin)
  2. Baju hangat berbahan luar parasut
  3. Penutup kepala berbahan wool
  4. Syal berbahan wool
  5. Sarung tangan
  6. Masker
  7. Sweater
  8. Baju tidur berlengan dan bercelana panjang dengan bahan agak tebal
  9. Baju dan celana panjang yang nyaman untuk jalan-jalan
  10. Kaus kaki
  11. Sepatu boot
  12. Sepatu yang ringan dan nyaman untuk berjalan

Perlengkapan obat-obatan dan perawatan pribadi
  1. Lip balm (sangat perlu ketika menghadapi perubahan suhu yang lumayan extreme)
  2. Vitamin C untuk menjaga kondisi tubuh
  3. Obat-obatan ringan seperti obat sakit kepala, sakit perut, dll.
  4. Balsam atau cairan penghangat (bagi yang biasa memakai, saya pribadi kurang suka memakainya hehe...)
  5. Toiletries dalam kemasan kecil sehingga aman dibawa di cabin tidak melampaui jumlah cairan yang diperbolehkan, saya sangat memerlukan ini karena perjalanan di tempuh pada malam hari dan tiba di Korea pada pagi keesokan harinya dengan langsung mengikuti tour yang dijadwalkan. Sehingga memungkinkan saya dapat merapikan diri terlebih dahulu begitu tiba di Incheon Int. Airport 
  6. Handcarry bag yang berisi peralatan pribadi yang dirasa perlu dibawa ke cabin, dalam hal ini saya menempatkan pakaian dingin yang akan saya kenakan ketika sampai di Korea, karena tidak mungkin saya pakai sejak dari Jakarta yang suhunya lebih tinggi 
Dalam setiap perjalanan saya ke suatu tempat, saya termasuk jarang membawa bekal makanan. Karena saya memang menyukai hampir semua makanan dan cenderung ingin mencicipi makanan khas dari daerah atau negara yang saya kunjungi. Maka saya akan protes kalau selama bepergian keluar negeri kemudian disuguhi makanan Indonesia hehehe.... bukan tidak mencintai produk dalam negeri justru ini merupakan kesempatan bagi saya untuk menikmati kekayaan kuliner dari setiap tempat yang saya kunjungi. Untuk itulah ketika saya berkunjung ke negara-negara yang penduduknya mayoritas non Muslim saya lebih memilih menggunakan jasa tour guide yang dapat menjamin ke'hala'an makanan yang akan disiapkan selama kita berada di negara tersebut.


Bersambung.....

         

Senin, 18 November 2013